Posted on

Pirates of the Caribbean 5 juga Kena Ransomware! Hacker Minta Tebusan

View: 122 views

Akhir pekan lalu, dunia dikejutkan dengan serangan ransomware yang mengincar lalu menyandera data-data penting di laptop/PC. Wabah ransomware ini telah menjangkiti ratusan negara di dunia. Layaknya sebuah penculikan, pelaku/hacker minta tebusan antara 4-6 juta rupiah untuk balikin data ke korban. Di Indonesia, wabah ini nyerang beberapa perusahaan penting seperti Rumah Sakit Dharmais dan RS Harapan Kita. Nah, enggak cuma di Indonesia aja, Disney saat ini lagi kalang kabut karena data film Pirates of the Caribbean 5 yang sebentar lagi dirilis juga jadi “korban penyanderaan”.

Seperti yang dilaporkan oleh The Hollywood Reporter, ada hacker yang ngeklaim kalau mereka mencuri data film Pirates of the Caribbean 5. Sama seperti kasus ransomware pada umumnya, sang maling minta uang tebusan dari Disney. Uang tebusan yang diminta juga wajib dibayar Disney lewat BitCoin. Sang maling juga ngancem akan ngerilis film ini via daring jika tuntutan mereka enggak dipenuhi.

Dari kabar terbaru yang dilaporkan oleh Deadline, sang maling dikabarkan benar-benar telah memiliki data film Pirates of the Caribbean 5. Sang maling ini bakal menayangkan 5 menit pertama film jika uang tebusan mereka belum dibayar. Kabarnya, uang tebusan yang diminta pelaku juga dalam jumlah yang sangat besar. Jika Disney terus menunda pembayaran, pelaku bakal menayangkan 20 menit lanjutannya, hingga terus menerus sampai tuntutan mereka terpenuhi.

Hingga saat ini, Disney bilang enggak akan bayar uang tebusan yang diminta. Mereka pun telah bekerja sama dengan FBI untuk bersama-sama memecahkan masalah tersebut. FBI sendiri enggak akan melarang Disney jika pada akhirnya perusahaan hiburan raksasa ini memutuskan untuk bayar uang tebusan.

Pirates of the Caribbean 5 sendiri bukan lah “korban” pertama pembajakan film baru. Belum lama ini, serial otentik Netflix, Orange in the New Black season 5 juga dibajak. Netflix pun enggak sudi membayar uang tebusan yang diminta, sehingga membuat sang maling ngerilis 10 episode pertama di internet. Meskipun terlihat jadi pihak yang rugi, justru kebalikannya. Netflix malah untung besar karena nilai saham mereka meroket setelah promosi besar-besaran untuk OitNB season 5. Makanya, banyak yang menduga kalau kasus ini bisa jadi hanya akal-akalan Netflix untuk ningkatin rating.

Orange is the New Black season 5 dan Netflix boleh sukses setelah kena bajak. Namun, hal yang sama ternyata enggak berlaku bagi beberapa film blockbuster seperti X-Men Origins: Wolverine dan Expendables 3. Kedua film ini juga harus merugi di box office setelah filmnya ditayangkan di internet beberapa hari sebelum penayangan resminya. X-Men Origins: Wolverine masih termasuk untung, berbeda dengan Expendables 3 yang dianggap sebagai kegagalan besar.

Meskipun kasus ini terlihat seperti kasus ransomware yang sama seperti kasus-kasus lainnya, ada kemungkinan kalau kasus ini jadi metode promosi Disney untuk Pirates of the Caribbean 5 yang bakal tayang dalam hitungan minggu. Kasus ini tentunya akan mengekspos nama Disney dan film terbarunya. Hal seperti ini bakal membuat moviegoers penasaran sama filmnya, menontonnya, lalu ningkatin pendapatan PoTC 5 di box office, sama seperti Netflix dengan Orange is the New Black.

Untuk saat ini, dugaan tersebut masih sebatas spekulasi. Rasanya mustahil jika perusahaan sekelas Disney rela ngelakuin hal receh seperti ini hanya untuk mempromosikan film mereka yang udah punya reputasi. Tentunya akan menarik untuk diperhatiin gimana Disney merespon serta mengatasi kasus ini.

Source: Kincir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *